Kamis, 29 Oktober 2015

BAB II. JARINGAN TUMBUHAN


Sifat, ciri-ciri dan fungsi jaringan tumbuhan

1. Jaringan Tumbuhan
Berdasarkan sifatnya, jaringan tumbuhan terbagi menjadi 2 macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen.
A. Jaringan mersitem
Jaringan yang terdiri atas kumpulan sel muda yang terus membelah menghasilkan jaringan lain. Ciri-ciri penyusun jaringan meristem adalah sebagai berikut:
1. Aktif membelah dan belum mengalami diferensiasi
2. Berukuran kecil dan berdinding tipis
3. Nukleus dan vakuola kecil, mengandung banyak sitoplasma.
4. Berbentuk kuboid atau prismatik.
Berdasarkan asal pembentukannya, ada 3 macam jaringan meristem:
1. Promeristem : Jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam bentuk embrio.
2. Meristem primer: Jaringan meristem pada tumbuhan dewasa dan masih membelah diri. Jaringan ini membuat tumbuhan bertambah tinggi.
3. Meristem sekunder: Jaringan mersitem yang berasal dari meristem primer yang mengalami diferensiasi dan spesialisasi. Contoh: kambium
Menurut letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi meristem apikal, interkalar, dan lateral.

meristem blog bio
1. Meristem apikal: Meristem yang terletak diujung akar dan batang dan menghasilkan pemanjangan pada akar dan batang. Dalam proses pemanjangan, akan dihasilkan tunas apikal yang akan berkembang menjadi cabang samping.
2. Meristem interkalar: Jaringan yang terletak diantara meristem primer dan dewasa. Pertumbuhan jaringan ini menyebabkan pertumbuhan bunga.
3. Meristem Lateral: Meristem yang menghasilkan pertumbuhan sekunder, meristem ini disebut juga sebagai kambium. Ada 2 macam kambium yang akan muncul, yakni kambium vaskuler dan kambium gabus. Kambium vaskuler berperan dalam penebalan sementara kambium gabus berperan sebagai lapisan pelindung.
B. Jaringan Permanen
Jaringan yang terdiri atas sel-sel yang sudah tidak membelah dan telah mengalami diferensiasi.
i. Jaringan Pelindung (Epidermis)
EPIDERMIS TISSUE
Jaringan epidermis
Berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari lingkungan luar yang merugikan.
Jaringan epidermis pada tumbuhan umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Terdiri atas sel-sel hidup
2. Berbentuk persegi panjang
3. Sel-selnya rapat dan tidak memiliki ruang antar sel
4. Tidak memiliki klorofil
5. Dinding sel epidermis bagian dalam mengalami penebalan, sementara dinding sel bagian dalam tetap tipis.
6. Mengalami modifikasi menjadi stomata, trikomata, spina, velamen, sel kipas, dan sel kersik.
ii. Jaringan Dasar (Parenkim)
Jaringan parenkim adalah jaringan dasar yang terletak hampir di seluruh bagian tumbuhan. Ciri-ciri jaringan parenkim adalah sebagai berikut:
1. Sel bersegi banyak
2. Dinding sel tipis dan memiliki vakuola besar untuk menyimpan cadangan makanan.
3. Letak inti mendekati dasar sel.
4. Mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas.
Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi 4 macam:
1. Parenkim asimilasi: Tempat pembuatan makanan melalui fotosintesis.
2. Parenkim penimbun: Berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan karena memiliki vakuola yang besar.
3. Parenkim air: Jaringan parenkim yang mampu menyimpan air.
4. Parenkim udara (aerenkim): Jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara.
5. Parenkim penutup luka: Memiliki kemampuan regenerasi dengan cara menjadi embrional kembali.
iii. Jaringan Penyokong
Untuk memperkuat tubuhnya, tumbuhan memerlukan jaringan penguat atau penunjang yang disebut juga sebagai jaringan mekanik. Ada dua macam jaringan penguat pegat yang menyusun tubuh tumbuhan, yaitu kolenkim dan skelerenkim.
Jaringan Kolenkim:
Penguat utama organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Jaringan ini terletak di bawah epidermis batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Dinding selnya mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa.
Jaringan Sklerenkim:
Jaringan yang hanya terdapat pada tumbuhan yang tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Jaringan ini terdiri atas sel-sel mati dan emmiliki dinding sel yang sangat tebal karena mengandung lignin. Ada yang berbentuk benang panjang dan ada pula yang kecil tidak beraturan.
iv. Jaringan Pengangkut
Xylem-and-Phloem
Jaringan yang mengangkut air dan unsur hara, serta mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan ini dibedakan menjadi xilem dan floem.
Xilem: Mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun. Xilem terdiri atas unsur trakeal, serat xilem, dan parenkim xilem.
Floem: Mengangkut dan mengedarkan zat-zat hasil makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. Floem terdiri atas unsur-unsur kibral.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar